Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gresik Edukasi Ancaman Tersembunyi dalam Makanan: Mengenal Bakteri Berbahaya Salmonella dan Dampak Kesehatan yang Ditimbulkan

Ancaman Tersembunyi dalam Makanan: Mengenal Bakteri Berbahaya Salmonella dan Dampak Kesehatan yang Ditimbulkan

Kesehatan tubuh kita rentan terhadap berbagai ancaman mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa bakteri berbahaya dapat menyebabkan penyakit serius jika masuk ke dalam tubuh. Salah satu contoh bakteri berbahaya yang sering menjadi penyebab utama keracunan makanan adalah Salmonella. Mengenali bakteri berbahaya ini dan memahami dampaknya sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya infeksi.

Salmonella adalah kelompok bakteri yang dapat menyebabkan penyakit yang disebut salmonellosis. Infeksi Salmonella umumnya terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini. Sumber kontaminasi bisa berasal dari berbagai hal, termasuk daging mentah atau kurang matang (terutama unggas), telur mentah atau setengah matang, produk susu yang tidak dipasteurisasi, buah dan sayuran yang terkontaminasi kotoran hewan, serta air yang tercemar.

Gejala infeksi Salmonella biasanya muncul dalam waktu 12 hingga 72 jam setelah terpapar bakteri. Gejala umum meliputi diare, kram perut, demam, mual, dan muntah. Meskipun sebagian besar kasus salmonellosis bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, infeksi ini dapat menjadi serius dan bahkan mengancam jiwa, terutama pada bayi, anak-anak kecil, orang tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Menurut data dari Public Health England yang dirilis di London pada 20 April 2025, Salmonella merupakan salah satu penyebab utama wabah keracunan makanan di Inggris. Laporan tersebut mencatat peningkatan kasus Salmonella yang terkait dengan konsumsi telur yang tidak dimasak dengan benar.

Pencegahan infeksi Salmonella sangat penting untuk melindungi kesehatan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memasak makanan dengan benar: Pastikan daging, unggas, dan telur dimasak hingga matang sempurna. Gunakan termometer makanan untuk memastikan suhu internal yang aman.
  • Menangani makanan mentah secara terpisah: Cegah kontaminasi silang dengan menggunakan talenan dan peralatan yang berbeda untuk makanan mentah dan matang. Cuci tangan, talenan, dan peralatan secara menyeluruh setelah kontak dengan makanan mentah.
  • Mencuci tangan: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum dan sesudah menangani makanan, setelah menggunakan toilet, 1 dan setelah kontak dengan hewan.  
  • Menyimpan makanan dengan benar: Dinginkan sisa makanan segera dan jangan biarkan makanan yang mudah basi berada pada suhu ruangan lebih dari dua jam.
  • Menghindari konsumsi produk susu dan jus yang tidak dipasteurisasi.

Jika seseorang mengalami gejala infeksi Salmonella, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Meskipun sebagian besar kasus dapat ditangani di rumah dengan istirahat dan menjaga asupan cairan, beberapa kasus mungkin memerlukan perawatan medis lebih lanjut, terutama jika terjadi dehidrasi parah.