Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gresik Berita,Kesehatan Dampak Kurang Tidur Pada Konsentrasi Belajar Siswa di Ramadan

Dampak Kurang Tidur Pada Konsentrasi Belajar Siswa di Ramadan

Perubahan pola tidur selama bulan puasa merupakan hal yang tidak dapat dihindari bagi sebagian besar pelajar, namun jika tidak dikelola dengan baik, hal ini akan sangat berpengaruh pada Konsentrasi Belajar mereka di sekolah. Aktivitas sahur yang mengharuskan siswa bangun di dini hari, ditambah dengan kegiatan ibadah malam seperti tarawih dan tadarus, sering kali memotong durasi istirahat harian yang ideal. Akibatnya, saat berada di dalam kelas pada pagi hari, otak tidak berada dalam kondisi yang prima untuk menyerap materi pelajaran, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas performa akademis siswa secara signifikan selama bulan suci ini.

Kurangnya waktu istirahat secara langsung mengganggu stabilitas Konsentrasi Belajar karena otak memerlukan fase tidur dalam untuk melakukan konsolidasi memori. Saat seorang siswa mengalami kurang tidur, fungsi lobus frontal di otak yang bertanggung jawab atas perhatian dan pengambilan keputusan menjadi tidak optimal. Hal ini menyebabkan siswa mudah merasa mengantuk, sulit untuk tetap fokus pada penjelasan guru, dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk memahami instruksi yang sederhana sekalipun. Gangguan pada kemampuan kognitif ini adalah respons alami tubuh yang kelelahan karena kekurangan waktu untuk melakukan pemulihan sel-sel saraf.

Selain penurunan daya ingat, hambatan pada Konsentrasi Belajar juga terlihat dari meningkatnya tingkat iritabilitas atau mudah marah pada siswa yang kurang tidur. Kekurangan istirahat membuat sistem saraf pusat menjadi lebih sensitif terhadap stres, sehingga siswa menjadi lebih cepat merasa lelah secara mental dan kehilangan minat terhadap aktivitas di kelas. Kondisi psikologis yang tidak stabil ini membuat mereka sulit untuk melakukan tugas-tugas yang memerlukan ketelitian tinggi, seperti mengerjakan soal matematika atau menyusun paragraf dalam pelajaran bahasa. Fokus yang terbelah antara rasa kantuk dan tugas sekolah menjadi beban ganda bagi mereka.

Untuk menjaga agar Konsentrasi Belajar tetap berada pada level yang baik, perlu adanya kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah dalam mengatur jadwal harian siswa. Siswa sangat disarankan untuk melakukan tidur siang singkat atau power nap selama 15 hingga 20 menit guna menyegarkan kembali fungsi otak setelah waktu zuhur. Selain itu, menghindari aktivitas begadang yang tidak perlu setelah salat tarawih menjadi kunci utama agar durasi tidur malam tetap mencukupi sebelum tiba waktu sahur. Disiplin dalam mengatur waktu istirahat ini akan membantu tubuh beradaptasi lebih cepat dengan ritme biologis yang baru selama Ramadan.