Pekerja di lingkungan pelabuhan sering kali terpapar oleh emisi mesin kapal, debu kendaraan angkutan barang, dan material industri yang mengandung timbal dalam konsentrasi tinggi. STIKES Gresik melakukan riset mengenai teknik Detoksifikasi Paparan timbal dalam darah guna melindungi kesehatan pernapasan dan fungsi metabolisme para pekerja. Akumulasi timbal yang berlangsung dalam jangka waktu lama di dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan saraf, kelelahan kronis, hingga masalah fungsi organ yang serius, sehingga intervensi kesehatan yang tepat sangat diperlukan oleh kelompok pekerja ini.
Program Detoksifikasi Paparan timbal yang dikembangkan STIKES Gresik meliputi edukasi mengenai pentingnya pola makan yang kaya antioksidan serta nutrisi tertentu yang dapat membantu tubuh membuang logam berat melalui sistem ekskresi. Mahasiswa dan peneliti kampus memantau kadar timbal dalam darah para pekerja secara berkala dan memberikan rekomendasi suplemen atau menu makanan yang dapat mendukung proses pembersihan alami tubuh. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat dan efektif terus ditekankan sebagai garda depan untuk mencegah paparan lebih lanjut saat mereka sedang bertugas di lapangan.
Selain intervensi gizi, Detoksifikasi Paparan ini juga melibatkan saran mengenai perbaikan sirkulasi udara di area kerja dan pentingnya mandi serta mencuci pakaian setelah bekerja guna memastikan residu timbal tidak terbawa hingga ke rumah. STIKES Gresik bekerja sama dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan standar kesehatan lingkungan di area kerja tetap terpantau dengan baik. Edukasi yang terus-menerus ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya kerja yang sadar akan pentingnya proteksi diri dari ancaman paparan kimia yang tak kasatmata namun sangat berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Pihak STIKES Gresik juga memberikan konsultasi medis bagi pekerja yang menunjukkan gejala klinis akibat paparan timbal. Dengan pendekatan yang holistik, para pekerja merasa lebih diperhatikan dan termotivasi untuk mengikuti prosedur kesehatan yang ada. Program ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran pekerja mengenai risiko kesehatan yang mereka hadapi. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor industri pelabuhan menjadi model nyata bagaimana kesehatan pekerja dapat dikelola secara proaktif demi mendukung efektivitas dan keberlanjutan operasional pelabuhan yang sehat.
