Suasana dini hari di Gresik kini tampak lebih dinamis dengan kemunculan fenomena olahraga baru yang dilakukan oleh anak muda setempat sebelum memulai aktivitas makan sahur. Munculnya komunitas lari jelang sahur menjadi tren yang sangat populer karena dianggap sebagai cara paling efisien untuk tetap bugar tanpa mengganggu jam kerja atau waktu berpuasa di siang hari. Dengan menggunakan atribut lari yang lengkap dan lampu pengaman, para pelari ini menyusuri jalanan kota yang masih sepi dan sejuk sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Aktivitas ini bukan sekadar mengejar keringat, melainkan juga menjadi ajang silaturahmi yang sehat bagi para mahasiswa dan pekerja yang ingin menjaga metabolisme tubuh tetap tinggi selama bulan Ramadan.
Kegiatan yang dilakukan oleh komunitas lari jelang sahur ini secara medis membantu meningkatkan pelepasan endorfin yang memberikan efek rasa bahagia dan tenang sebelum memulai puasa. Berlari dalam durasi pendek dengan intensitas rendah hingga sedang sangat efektif untuk membakar cadangan energi tanpa risiko dehidrasi berat, karena waktu rehidrasi (saat sahur) tersedia tepat setelah sesi latihan berakhir. Namun, para pelatih fisik menyarankan agar peserta tetap memperhatikan durasi tidur yang cukup di malam sebelumnya agar jantung tidak terlalu terbebani oleh aktivitas fisik yang dilakukan secara mendadak di jam tidur normal. Inovasi olahraga ini menunjukkan bahwa keterbatasan waktu di bulan Ramadan justru memicu lahirnya gaya hidup kreatif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat urban.
Reaksi netizen di Gresik terhadap kegiatan ini sangat luar biasa, terbukti dengan banyaknya video keseruan lari bersama yang diunggah di Instagram dan TikTok dengan tagar komunitas terkait. Banyak pemuda yang mengaku lebih bersemangat bangun pagi untuk sahur karena adanya janji bertemu teman-teman untuk berolahraga terlebih dahulu. Viralitas tren ini mendorong terciptanya lingkungan yang positif di mana waktu subuh tidak lagi hanya diisi dengan tidur, melainkan dengan produktivitas fisik yang menyehatkan. Dukungan dari warga sekitar pun terlihat dari keramahan para pedagang makanan yang mulai bersiap berjualan saat melihat kerumunan pelari ini melintas, menciptakan ekosistem ekonomi dan kesehatan yang berjalan beriringan.
