Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gresik Berita,Edukasi Mitos Batu Menangis: Fenomena Geologi Rembesan Air Tebing Gresik

Mitos Batu Menangis: Fenomena Geologi Rembesan Air Tebing Gresik

Kabupaten Gresik memiliki kekayaan alam berupa perbukitan kapur yang menyimpan berbagai legenda, salah satunya adalah kisah tentang Batu Menangis. Cerita rakyat ini mengisahkan adanya batu atau dinding tebing yang seolah mengeluarkan air mata secara terus-menerus. Di tengah masyarakat, fenomena ini sering dikaitkan dengan kejadian mistis atau pertanda alam tertentu. Namun, dari perspektif geologi modern di tahun 2026, fenomena ini dapat dijelaskan secara sangat logis melalui proses hidrogeologi pada batuan karbonat yang banyak tersebar di wilayah pesisir utara Jawa Timur tersebut.

Penjelasan ilmiah di balik fenomena Batu Menangis adalah adanya rembesan air tanah melalui celah-celah mikro pada formasi batuan kapur. Batuan sedimen karbonat seperti batu gamping memiliki sifat porositas yang memungkinkan air hujan terserap dan tersimpan di dalam retakan kecil. Ketika air tersebut menemukan jalur keluar di permukaan tebing karena gravitasi atau perbedaan tekanan, air akan menetes perlahan seolah membentuk tetesan air mata. Proses ini merupakan bagian dari siklus hidrologi alami di mana batuan bertindak sebagai akuifer atau penyimpan air. Di Gresik, kelembapan udara yang tinggi juga dapat memicu pengembunan pada permukaan batu yang dingin di pagi hari, yang semakin memperkuat kesan visual batu yang sedang “menangis”.

Stikes Gresik memandang pentingnya literasi geologi agar masyarakat dapat membedakan antara mitos dan fakta fisik lingkungan. Memahami bahwa tetesan air tersebut merupakan rembesan mineral sangat penting, terutama jika masyarakat memiliki keinginan untuk mengonsumsi atau menggunakan air tersebut. Air rembesan dari batuan kapur biasanya memiliki kandungan kalsium karbonat yang sangat tinggi. Meskipun mineral ini dibutuhkan tubuh, konsumsi air dengan tingkat kesadahan yang berlebih tanpa pengolahan yang benar dapat berisiko memicu masalah kesehatan seperti batu ginjal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, edukasi kesehatan harus berjalan beriringan dengan penjelasan fenomena alam agar warga tetap waspada dan bijak dalam memanfaatkan sumber daya air di sekitar tebing.

Keberadaan fenomena Batu Menangis sebenarnya adalah indikator bahwa daerah tersebut memiliki cadangan air tanah yang perlu dijaga kelestariannya. Batuan kapur berfungsi sebagai filter alami, namun juga sangat rentan terhadap pencemaran jika lingkungan di atasnya tidak dikelola dengan baik. Dengan menghargai sisi sains dari fenomena ini, kita diajak untuk lebih peduli pada konservasi lahan perbukitan di Gresik. Mari kita jadikan legenda masa lalu sebagai pintu masuk untuk mempelajari kehebatan formasi geologi bumi kita. Dengan pengetahuan yang tepat, fenomena alam tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai keajaiban proses fisik yang memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana bumi bekerja dan memberikan kehidupan bagi kita semua.