Aksi kepedulian pembagian penutup hidung secara gratis dilaksanakan oleh relawan mahasiswa STIKES Gresik bagi para pekerja dan masyarakat sekitar kawasan industri manufaktur. Tingginya polusi udara serta paparan asap pabrik yang menyelimuti pemukiman sekitar berpotensi besar memicu timbulnya gangguan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA harian. Pembagian alat pelindung pernapasan berupa masker kain dan masker medis ini bertujuan untuk mengurangi jumlah partikel debu halus yang masuk ke dalam paru-paru warga. Pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang melintas di sepanjang jalur utama kawasan pabrik menyambut gembira aksi pembagian masker gratis yang digelar di pinggir jalan raya tersebut.
Penggunaan masker sebagai penutup hidung dan saluran pernapasan menjadi benteng pertahanan paling sederhana namun sangat efektif dalam menjaga kesehatan paru-paru dari debu industri. Tim medis memberikan edukasi singkat mengenai tata cara pemakaian masker yang benar hingga menutup rapat bagian hidung, mulut, dan dagu secara sempurna tanpa celah. Warga juga diajarkan cara membuang masker sekali pakai secara higienis serta cara mencuci masker kain hingga bersih dari kuman menggunakan disinfektan. Edukasi ini penting dilakukan karena banyak warga yang masih sering menggunakan masker yang kotor berulang kali sehingga berisiko menjadi sarang kuman dan bakteri penyakit.
Selain membagikan masker penutup hidung para petugas kesehatan juga membuka tenda pemeriksaan kondisi fisik gratis untuk mengukur tingkat kejenuhan oksigen dalam darah serta fungsi pernapasan warga. Warga yang mengeluhkan sesak napas atau batuk berdahak akibat paparan asap pabrik langsung mendapatkan pemeriksaan dari dokter dan diberikan obat sirup pernapasan gratis. Petugas mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah pada saat jam-jam sibuk produksi pabrik di mana tingkat kepengatan polusi udara mencapai puncaknya. Pendekatan kepedulian yang nyata ini membuat masyarakat merasa sangat terbantu dalam menjaga kesehatan diri di tengah lingkungan kawasan industri yang berdebu.
Pengelola kawasan industri dan pihak pemerintah daerah diimbau untuk turut bertanggung jawab dalam menjaga kualitas udara bersih melalui penanaman pohon pelindung di sepanjang jalan. Pengawasan terhadap emisi cerobong asap pabrik juga harus ditingkatkan secara ketat agar tidak melebihi ambang batas bahaya pencemaran udara yang telah ditetapkan undang-undang. Sinergi antara kampus keperawatan, warga pemukiman, pihak industri, dan pemerintah menjadi syarat mutlak untuk menciptakan lingkungan hidup yang seimbang dan menyehatkan. Kebersamaan ini membuktikan bahwa pembangunan ekonomi industri harus selalu berjalan seiring dengan perlindungan kesehatan fisik masyarakat sekitarnya.
Melalui pembagian masker dan edukasi pencegahan polusi udara yang berkelanjutan ini, diharapkan angka kejadian penyakit pernapasan warga Gresik dapat ditekan secara bermakna dari tahun ke tahun. Kesadaran warga dalam mengamalkan penggunaan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan akan menjadi budaya hidup sehat yang sangat bermanfaat bagi keselamatan jiwa. Perguruan tinggi keperawatan berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam merespons berbagai isu kesehatan masyarakat yang dipicu oleh perubahan lingkungan harian. Kesehatan paru-paru masyarakat terjaga, produktivitas kerja tetap tinggi, dan kualitas hidup warga kawasan industri melompat semakin baik.
