Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gresik Berita Praktikum Tanggap Kesehatan Kerja Wilayah Pelabuhan Industri Gresik

Praktikum Tanggap Kesehatan Kerja Wilayah Pelabuhan Industri Gresik

Kawasan industri dan pelabuhan laut modern memiliki risiko keselamatan kerja yang tinggi akibat pengoperasian alat berat, bongkar muat kontainer, dan keberadaan bahan kimia berbahaya. Guna membekali mahasiswa keperawatan dengan keahlian penanganan kecelakaan kerja pelabuhan, agenda praktikum tanggap kesehatan kerja diselenggarakan secara intensif di kompleks dermaga industri. Kegiatan praktikum lapangan ini diikuti oleh puluhan peserta didik yang dilatih melakukan pencegahan cedera kerja, pengujian kelelahan buruh pelabuhan, serta pertolongan darurat kecelakaan dermaga. Melalui bimbingan perawat industri dan petugas K3 pelabuhan, mahasiswa diajarkan merespons krisis kesehatan kerja di lingkungan perairan.

Pelatihan diawali dengan pemeriksaan kondisi fisik harian para buruh bongkar muat meliputi pengujian tekanan darah, tingkat dehidrasi, dan respons refleks saraf sebelum mereka bertugas. Para mahasiswa dilatih mendeteksi tanda-tanda kelelahan fisik ekstrim pada pekerja yang dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja saat mengoperasikan mesin derek kontainer. Kegiatan praktikum tanggap kesehatan pelabuhan ini memberikan pembelajaran yang sangat nyata mengenai pentingnya pengawasan kesehatan kerja secara ketat di lingkungan berisiko tinggi. Para buruh pelabuhan menyambut positif pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan oleh para mahasiswa praktikum di area kerja.

Skenario latihan dilanjutkan dengan peragaan pertolongan gawat darurat pada kasus pekerja pelabuhan yang terjatuh ke dalam palka kapal atau terpapar cairan kimia industri. Tim mahasiswa bergerak cepat memasang tandu penyeimbang, memberikan bantuan oksigen darurat, serta melakukan pembidaian pada tulang yang patah sebelum proses evakuasi. Pelaksanaan praktikum tanggap krisis medis pelabuhan ini menguji kecepatan reaksi, ketahanan fisik, dan ketepatan prosedur perawatan medis mahasiswa di lapangan terbuka yang berdebu dan panas. Ketangkasan mahasiswa dalam mengelola pertolongan pertama di dermaga mendapat apresiasi dari pengelola pelabuhan.

Selain pertolongan darurat, mahasiswa juga menyelenggarakan kampanye penggunaan Alat Pelindung Diri secara konsisten seperti helm keselamatan, sepatu pelindung, dan rompi menyala bagi para pekerja pelabuhan. Pembagian air minum kaya elektrolit dan suplemen vitamin dilakukan secara gratis kepada para buruh untuk mencegah terjadinya sengatan panas saat bekerja di siang hari. Pendekatan pelayanan yang peduli dan komunikatif ini berhasil meningkatkan kesadaran para pekerja pelabuhan akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja harian. Kerjasama ini menciptakan suasana kerja industri yang lebih aman.

Rangkaian praktikum diakhiri dengan pemaparan laporan evaluasi potensi bahaya kesehatan pelabuhan di hadapan pimpinan manajemen kawasan industri dan dinas tenaga kerja setempat. Pihak perguruan tinggi menyampaikan terima kasih atas kesempatan magang lapangan yang diberikan pengelola dermaga kepada para mahasiswa. Keberhasilan pelaksanaan praktikum tanggap kesehatan kerja di area pelabuhan Gresik ini diharapkan mampu melahirkan perawat industri yang kompeten dan siap bertugas di wilayah pantai. Diharapkan melalui pengawasan kesehatan yang intensif, angka kecelakaan kerja di kawasan industri pelabuhan dapat ditekan serendah mungkin.