Solusi sesak napas akibat paparan polusi udara industri di kawasan Kota Gresik dihadirkan secara cepat oleh tim keperawatan STIKES Gresik melalui penyediaan layanan terapi nebulizer gratis bagi warga. Kota Gresik yang padat dengan kawasan industri dan pelabuhan kerap mengalami penurunan kualitas udara yang memicu peningkatan kasus asma dan kambuhnya sesak napas warga. Pihak kampus mendirikan posko pelayanan terapi pernapasan darurat yang dilengkapi dengan unit nebulizer modern dan tabung oksigen murni di pemukiman sekitar pabrik. Layanan medis darurat ini memberikan rasa aman bagi warga yang rentan terdampak polusi.
Terapi nebulizer bekerja dengan cara menguapkan obat pembuat lega saluran pernapasan cair menjadi partikel uap halus yang dapat dihirup langsung oleh pasien menuju ke dalam paru-paru. Dalam hitungan menit, uap obat tersebut mampu melonggarkan saluran pernapasan yang menyempit sehingga pasien dapat kembali bernapas dengan lega dan tenang. Perawat kampus yang bertugas melakukan pemeriksaan bunyi napas mengoleskan stetoskop pada dada pasien sebelum dan sesudah terapi untuk memastikan efektivitas pengobatan. Penanganan medis yang cepat di posko ini berhasil mencegah terjadinya serangan asma fatal pada warga.
Inovasi penanganan solusi sesak napas ini juga dilengkapi dengan pemberian edukasi mengenai tata cara pertolongan pertama serangan asma mandiri di rumah bagi keluarga penderita. Petugas medis mengajari warga cara menggunakan inhaler genggam secara benar, teknik posisi duduk relaksasi saat sesak, serta pentingnya menghindari pemicu debu industri. Warga didorong untuk memasang penyaring udara sederhana di dalam rumah serta menanam tanaman pembersih udara seperti lidah mertua di sekitar halaman rumah. Pendekatan edukasi ini meningkatkan kemandirian warga dalam menghadapi situasi darurat paparan polusi udara.
Selain membuka layanan terapi langsung, tim peneliti STIKES Gresik secara rutin mengukur kadar kualitas udara dan konsentrasi debu halus di permukiman sekitar kawasan industri setempat. Data pemantauan udara ini digunakan untuk memberikan peringatan dini kepada warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah saat konsentrasi polutan mencapai tingkat berbahaya. Pihak kampus juga membagikan masker respirator N95 secara gratis bagi para pekerja outdoor dan penderita asma kronis di kawasan tersebut. Langkah perlindungan fisik ini sangat efektif menekan angka kekambuhan sesak napas.
Secara keseluruhan, keandalan fasilitas terapi pernapasan dan edukasi solusi sesak napas yang digerakkan STIKES Gresik memberikan dampak yang sangat nyata bagi kesehatan warga perkotaan. Posko medis kampus menjadi tumpuan utama masyarakat dalam mendapatkan pertolongan pertama gangguan pernapasan secara gratis dan berkualitas tinggi. Pihak perguruan tinggi berjanji akan terus memperluas jangkauan posko terapi nebulizer ini ke wilayah industri lainnya di Kabupaten Gresik. Komitmen kemanusiaan ini menegaskan peran nyata perguruan tinggi dalam melindungi kesehatan masyarakat dari dampak pencemaran lingkungan.
